Tulisan, Torehan Sejarah untuk Masa Depan*

Ada asap, pasti ada api. Ada sebab dan akibat. Ini adalah sebuah hukum mutlak yang ditetapkan Sang Pencipta bagi setiap makhluqNya, dan semua jagad raya beserta isinya. Pada dasarnya setiap yang kita rasa pada masa ini merupakan akibat dari berbagai sebab masa silam. Ilmu, budaya, teknologi dan semua aspek kehidupan yang pada saat ini dengan lahap kita nikmati adalah buah keringat dari jerih payah para pendahulu kita.

Al-Qur’an dalam bentuk buku yang sekarang dapat kita baca setiap saat merupakan hasil goresan tinta dari tangan-tangan mulia yang dikehendaki Allah SWT, Zaid bin Tsabit, ali bin Abi talib, Muawiyyah bin Abu Sufyan, dan Ubay bin Kaab yang secara teliti menuliskan ayat demi ayat Kalamullah yang turun kepada Muhammad, Rasulullah. Dibukukan pada masa Abu Bakar Ash-Shidiq atas ide dari Umar bin Khaththab, dan distandarisasikan penulisan huruf dan qira’atnya pada masa Utsman bin Affan, sehingga pada saat ini kita dapat membacanya dengan dialek yang satu padu. Niscaya tidak akan pernah kita mengenal apa itu Al-Qur’an jikalau tidak ada upaya dari pendahulu kita untuk membukukannya.

Baca tulisan ini lebih lanjut

JAWAB BISU

Tugas Akhir

Sebuah kisah dari seorang yang sedang berjuang untuk menuntaskan kelulusannya di sebuah universitas tinggi negeri di Madura. Anwar namanya. Sedikit biografi tentangnya adalah seorang remaja yang mencoba dengan susah payah menuju kedewasaannya dengan hijrah menuntut ilmu di tanah orang. Berangkat dari ketidakberadaan keluarga, ia mencoba memikul semua beban biaya dan segala macam ujian kehidupan sendirian. Dan pada momentum sekarang, setelah kurang lebih 4 tahun 6 bulan pada catatan kecil ini satu ujian pada diri sang anwar tertuliskan.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ayat-ayat Cinta dan Maaf

Bismillahirrahmanirrahiim, Robbi zidni ilman warzuqnii fahman” (Ya Alloh, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku kefahaman),
Ikhwah fillah, segenap anggota LDK MKMI dan pembaca yang di rahmati Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa melatih lisan kita untuk berdzikir, bersyukur kepada Allah dimanapun kita berada, sehingga dalam rangkaian kegiatan sehari-hari kita diberikan kemudahan dalam menjalaninya. Pada sekerat tulisan ini mari kita sejenak membaca ayat-ayat CintaNya, sebagai pesan untuk kita dalam menjalin ukhuwah terutama tentang memaafkan.
Baca tulisan ini lebih lanjut

MENGGALI HIKMAH TAHUN BARU HIJRIYAH

Oleh : Yanuari Dwi Prianto
————————————————–
Setiap awal pasti akan berujung akhir. Seperti kita ketahui bersama bulan dzilhijjah telah menemui penghujungnya, genap sudah 30 hari, yang itu juga berarti bahwa tahun Hijriyah yang ke 1432 telah berakhir. Dan itu juga berarti sebuah awal baru akan muncul, yaitu tahun baru, bulan baru dan insya Allah semangat dan kehidupan baru. Insya Allah setiap kita sebagai seorang muslim telah mengisi tiap waktu di tahun lalu dengan sebaik-baiknya.

Baca tulisan ini lebih lanjut

LELAH, BUKAN BERARTI KALAH ATAU MENGALAH

Oleh : Yanuari Dwi Prianto
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (TQS al-Ankabut [29]: 2-3).
Dunia ini sengaja di cipatakan oleh Allah dengan berbagai macam perhiasan untuk menyeleksi dari sekian hambanya siapa yang paling baik amalnya (QS. Al-Kahfi : 7). Sebagaimana Terjemahan Surat Al ankabut diatas, setiap insane akan diuji oleh Allah dengan kebaikan dan keburukan (QS. Al Anbiya: 35) dari Ujian ini Dia menghendaki akan adanya bukti dan terseleksi hamba-hamba-Nya yang terbaik yang layak untuk mendapat naunganNya di surga hingga bertemu denganNya, juga akan didapati generasi lemah dengan keluh kesah yang menjadi bahan bakar , penghuni neraka jahannam.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.