JAWAB BISU
6 Januari 2012 2 Komentar
Sebuah kisah dari seorang yang sedang berjuang untuk menuntaskan kelulusannya di sebuah universitas tinggi negeri di Madura. Anwar namanya. Sedikit biografi tentangnya adalah seorang remaja yang mencoba dengan susah payah menuju kedewasaannya dengan hijrah menuntut ilmu di tanah orang. Berangkat dari ketidakberadaan keluarga, ia mencoba memikul semua beban biaya dan segala macam ujian kehidupan sendirian. Dan pada momentum sekarang, setelah kurang lebih 4 tahun 6 bulan pada catatan kecil ini satu ujian pada diri sang anwar tertuliskan.
Tepat waktu rehat ba’da jum’at, semua persiapan untuk bimbingan tugas akhir dilengkapkan. Karena pada jarum pendek mengarah ke angka 1 dan panjang ke angka 12 ia harus segera meluncur menemui sang ibu, Dosen Pembimbing TA-nya. Dengan singkat dan cukup semangat, anwar coba paparkan setiap perkembangan buah pikirnya. Cukup lugas, tenang tapi juga agak terbata mengingat pendaftaran untuk sidang tinggal satu minggu kedepan, ups bukan satu minggu tapi tiga hari lagi, tertera dengan jelas di blog pengunmuman tanggal 9 -13 januari 2012.
Cukup optimis dan pikir positif mendapat restu dari sang ibu untuk dapat maju sidang pada kesempatan ini. Kata sang ibu sambil melihat-lihat isi laporan, “Kamu belum bisa mendemonstrasikan sistemnya ya?”, “iya bu” jawab anwar. “Kamu beberapa kali bimbingan cuma membawa draft saja; saya belum bisa menilai kalau belum lihat sistemnya; desain databasenya saja saya juga belum pernah lihat, iya kalau yang sudah kamu buat itu benar, kalau salah? Pendaftaran sidang sudah minggu depan, dan sepertinya saya hanya bisa memastikan kalau kamu belum mencapai 50% untuk siap maju sidang periode ini. Tapi kalau kamu tidak maju sekarang, ada kesempatan bulan april, tapi DP1 kamu study lanjut, dan saya sendiri berencana ‘menghilang’. Kalau kamu memaksakan maju pada kesempatan ini, kamu tahu sendiri laporan kamu saja masih ‘kacau beliau’ begini, dan di UTM ini belum banyak dosen yang paham tentang semantic web, ya memang kenyataannya begitu. Kenapa kamu selalu berhadapan dengan resiko yang sangat besar?” Tegas sang ibu. Bak gedung WTC yang ditabrak pesawat terbang pada beberapa tahun lalu di Amerika; kepercayaan diri, semangat dan rasa optimis Anwar pun runtuh seketika itu. Manusiawi, bisa dipastikan siapapun yang berada pada posisinya saat ini, pasti akan merasakan hal yang sama.
Cukup bijak, Anwar coba diam sejenak, menundukkan kepala, beberapa kali hirup nafas panjang kemudian dengan pelan ia hembuskan. Tenang, itu yang ia rasa dan tanamkan pada dirinya. Itulah cara dari beberapa trainer yang diajarkan padanya, pada beberapa kali training motivasi diri yang ia jalani, sebuah tips untuk menenangkan diri, mengontrol amarah dan emosi. Dan benarlah, terkembang senyum tipis pada bibirnya, membuatnya tegak dalam duduknya, sebelum sang ibu melemparkan sebuah tanya, “Terus bagaimana?”, tetap dalam senyumnya Anwar menjawab, “Tidak tahu bu.”. Sekalipun keluar dari mulut yang tersungging senyum, jawab ‘tidak tahu’ tanda lesu, tanda patah arang dan semangat hilang, sebuah simbol akan kebuntuan pikiran dan kobaran rasa optimis yang padam.

Tetapi tunggu dulu, sepertinya Anwar sedang menyembunyikan sesuatu. Motivasi tersembunyi yang tersimpan dalam hati. Di dalam qalbunya berdendang riang,”Tidak tahu bu, tidak tahu karena aku butuh waktu untuk menghadap Rabbku; Tidak tahu karena kubutuh munajat, bersujud padaNya tuk minta jawab dari tanyamu; Tidak tahu, karena hanya Rabbku yang berhak mengatur segala urusanku; Oleh karena itu ibu, maaf kalau kujawab Tidak tahu padamu, karena kuharus minta jawab pada Tuhanku sebelum menjawab tanyamu.”
Begitulah sang Anwar, selayak arti namanya, yang selalu bersinar atau bercahaya. Dia selalu dapat mengobati semangat dari dirinya yang tengah tersayat, selalu dapat memotivasi dikala layu mewabah diri, selalu bersinar dan bercahaya terangi gelap dunianya.
Usai bimbingan dengan penutupan bincang ringan, setelah adzan, jeda dalam tunggu iqomah, setelah shalat sunnah qobliyah, tangan Anwar menengadah, bersimpuh, berdoa, “Wahai Allah yang mempunyai kerajaan, Engkau memberikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam kedalam siang dan Engkau masukkan siang kedalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki kepada siapa saja yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan. Sungguh mudah bagimu untuk membuat ketentuan atas hambaMu, hamba yang lemah yang hanya dapat momohon dan meminta kepadaMu. Ya Allah mudahkanlah bagi Pembimbingku, dosenku, guruku, orangtuaku, keluargaku, saudaraku, teman-temanku urusan mereka, rizki mereka. Mudahkan bagi mereka untuk mencapai rahmatMu. Ya Allah mudahkan bagiku urusanku, mudahkan proses TAku, anugerahkan untukku kepahaman dan ilmu yang bermanfaat. Jika tidak ya Allah, jadikan aku hamba yang sabar dalam menerima segala ketetapanMu. tetapkan ketentuanMu yang terbaik bagiku. Hanya padamu ku berkeluh dengan penuh simpuh, aamiin.”
Benarlah janji-Nya, siapa yang berkenan bermunajat pada-Nya atas kesulitan yang ada, tak lama pasti kemudahan kan segera menyapa. Barangsiapa yang dengan tawakkal memohon kepada Yang Kuasa, pasti tak lama kan datang berbagai jawab dari tanya dan solusi dari sekian permasalahan yang ada. Dan Anwar, bisa dipastikan tetap menjadi sosok yang tegar, karenah telah menuai damai, memanen keyakinan, dan terinspirasi jawaban dari Tuhan Yang Merajai segala Alam.

subhanallah.,
ana nangis bacanya, aamiin., ya rabb. Semoga Allah mudahkan segala urusan antum.
Allah kasih ujian seperti itu, agar antum lebih kuat.
Semoga Allah layakkan Cinta dan Rindu-Nya untuk antum. Aamiin.
Aamiin., insya Allah.
Ujian hadiri diri untuk dihadapi, bukan di hindari;
Ujian datang, untuk jadikan kita pemenang, bukan pecundang.
Ujian hadir, untuk mengajar, mengajak dzikir, ingat dan kembali pada Sang Pembuat Takdir.
insya Allah ya ukhty,
semga juga buat anti,
kehidupan yang penuh rahmat, dan di berkati.
syukron, karena sudah memberikan atensi.