<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yanuary's Weblog &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://yanuary.wordpress.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yanuary.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2009 17:17:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='yanuary.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/05a1be12b5ae4a017b73bcaf42e56ddc?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yanuary's Weblog &#187; Artikel</title>
		<link>http://yanuary.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yanuary.wordpress.com/osd.xml" title="Yanuary&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>8 Pengertia Cinta Menurut Al-Qur&#8217;an</title>
		<link>http://yanuary.wordpress.com/2009/02/06/8-pengertia-cinta-menurut-al-quran/</link>
		<comments>http://yanuary.wordpress.com/2009/02/06/8-pengertia-cinta-menurut-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 08:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanuary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibn al Qayyim al Jauzi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuary.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu). Kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanuary.wordpress.com&blog=3787941&post=64&subd=yanuary&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu). Kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh SWT, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.  Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:</p>
<p>1. <strong>Cinta mawaddah</strong> adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.</p>
<p>2. <strong>Cinta rahmah</strong> adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.</p>
<p>3. <strong>Cinta mail</strong>, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.</p>
<p>4. <strong>Cinta syaghaf</strong>. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.</p>
<p>5. <strong>Cinta ra’fah</strong>, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).</p>
<p>6. <strong>Cinta shobwah</strong>, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)</p>
<p>7. <strong>Cinta syauq (rindu)</strong>. Term ini bukan dari al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab “Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin”, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi.</p>
<p>8. <strong>Cinta kulfah</strong> yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanuary.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanuary.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanuary.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanuary.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanuary.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanuary.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanuary.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanuary.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanuary.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanuary.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanuary.wordpress.com&blog=3787941&post=64&subd=yanuary&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuary.wordpress.com/2009/02/06/8-pengertia-cinta-menurut-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0141820555217f838e144e07310dba1b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yanuary</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adabul Majlis</title>
		<link>http://yanuary.wordpress.com/2009/01/16/adabul-majlis/</link>
		<comments>http://yanuary.wordpress.com/2009/01/16/adabul-majlis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 14:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanuary</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Majlis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuary.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,  Bismillahirrohmanirrohiim, 
Ikhwah Fillah, sangat penting bagi kita sebagai umat Islam untuk mengenal beberapa adab di dalam Islam. Karena adab merupakan salah satu etika di dalam Islam, yang juga menunjukkan bahwa kita umat Islam adalah umat yang teratur, tertata, dan sangat peduli terhadap etika. Salah satunya adalah Adabul Majlis. Adabul Majlis berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanuary.wordpress.com&blog=3787941&post=50&subd=yanuary&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh,  Bismillahirrohmanirrohiim, </em></p>
<p>Ikhwah Fillah, sangat penting bagi kita sebagai umat Islam untuk mengenal beberapa adab di dalam Islam. Karena adab merupakan salah satu etika di dalam Islam, yang juga menunjukkan bahwa kita umat Islam adalah umat yang teratur, tertata, dan sangat peduli terhadap etika. Salah satunya adalah Adabul Majlis. Adabul Majlis berikut ana sampaikan berdasarkan ringkasan dari buku Etika Seorang Muslim)*, terbitan Darul Haq Bab Etika Majlis hal 39 – 43.<span id="more-50"></span></p>
<ol>
<li> Memberi Salam saat masuk maupun saat keluar majlis,  Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang kamu sampai di suatu majlis,maka hendaklah memberi salam, lalu jika dilihat layak baginya duduk maka duduklah ia. Kemudian jika bangkit (akan keluar) dari Majlis hendaklah ia memberi salam pula. Bukanlah yang pertama lebih berhak daripada yang selanjutnya (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi, dinilai sahih oleh Albani)</li>
<li>Duduk di tempat yang masih tersisa  Jabir bin Samurah telah menuturkan : “Adalah kami, apabila datang kepada Nabi SAW maka masing-masing kami duduk d tempat yang tersedia di Majlis (HR. Abu Daud, dishahihkan oleh Albani)</li>
<li>Jangan Sampai memindahkan orang lain dari tempat duduknya kemudian mendudukinya  Ibnu Umar RA. telah meriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda “Seseorang tidak boleh memindahkan orang lain dari tempat duduknya, lalu ia menggantikannya, akan tetapi berlapanglah dan perluaslah (Muttaffaq Alaih)</li>
<li>Tidak duduk di tengah-tengah halaqah (lingkaran majlis)</li>
<li>Tidak duduk di antara dua orang tanpa seizin mereka  Rasulullah SAW bersabda “Tidak Halal bagi sesorang memisah di antara dua orang kecuali seizin keduanya”(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Albani).</li>
<li>Tidak menempati tempat duduk orang lain yang keluar sementara waktu untuk suatu keperluan.  Nabi SAW bersabda “Apabila seseorang di antara kamu bangkit (keluar) dari tempat duduknya, kemudian kembali, maka ia lebih berhak menempatinya (HR. Muslim)</li>
<li>Tidak berbisik berduaan dengan meninggalkan orang ketiga  Ibnu Mas’ud RA menuturkan : Rasulullah telah bersabda “Apabila kamu tiga orang maka dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga sehingga kalian bercampur baur dengan orang banyak, karena hal tersebut dapt membuatnya sedih” (Muttafaq ‘Alaih)</li>
<li>Tidak banyak tertawa  Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena banyak tawa itu mematikan hati” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Albani)</li>
<li>Menjaga pembicaraan yang terjadi dalam Majlis  Rasulullah SAW bersabda “Apabila sesorang membicarakan suatu pembicaraan kemudian ia menoleh, maka itu adalah amanat” (HR Tirmidzi, dinilai hasan oleh Albani)</li>
<li>Tidak melakukan hal yang bertentangan dengan perasaan orang lain (ex:bersendawa atau menguap)</li>
<li>Tidak memata-matai  Rasulullah SAW bersabda “ Janganlah kamu mencari-cari atau memata-matai orang “ (Mutaffaq Alaih)</li>
<li>Menutup Doa dengan doa Kafaratul Majlis  Subahanakallahumma wabihamdik, Asyhaduanla ilaha illa ant, Astaghfiruka, waatubu ilaik (HR. Ahmad dan Tirmidzi, disahihkan oleh Albani)  *) Di dalam buku ini terdapat beragam sunnah yag menyangkut etika dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah .</li>
</ol>
<p><em>Wassalamualaikum wr wb..</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yanuary.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yanuary.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yanuary.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yanuary.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yanuary.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yanuary.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yanuary.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yanuary.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yanuary.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yanuary.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yanuary.wordpress.com&blog=3787941&post=50&subd=yanuary&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuary.wordpress.com/2009/01/16/adabul-majlis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0141820555217f838e144e07310dba1b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">yanuary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>