Ayat-ayat Cinta dan Maaf

Bismillahirrahmanirrahiim, Robbi zidni ilman warzuqnii fahman” (Ya Alloh, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan dan berilah aku kefahaman),
Ikhwah fillah, segenap anggota LDK MKMI dan pembaca yang di rahmati Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa melatih lisan kita untuk berdzikir, bersyukur kepada Allah dimanapun kita berada, sehingga dalam rangkaian kegiatan sehari-hari kita diberikan kemudahan dalam menjalaninya. Pada sekerat tulisan ini mari kita sejenak membaca ayat-ayat CintaNya, sebagai pesan untuk kita dalam menjalin ukhuwah terutama tentang memaafkan.
Baca pos ini lebih lanjut

MENGGALI HIKMAH TAHUN BARU HIJRIYAH

Oleh : Yanuari Dwi Prianto
————————————————–
Setiap awal pasti akan berujung akhir. Seperti kita ketahui bersama bulan dzilhijjah telah menemui penghujungnya, genap sudah 30 hari, yang itu juga berarti bahwa tahun Hijriyah yang ke 1432 telah berakhir. Dan itu juga berarti sebuah awal baru akan muncul, yaitu tahun baru, bulan baru dan insya Allah semangat dan kehidupan baru. Insya Allah setiap kita sebagai seorang muslim telah mengisi tiap waktu di tahun lalu dengan sebaik-baiknya.

Baca pos ini lebih lanjut

LELAH, BUKAN BERARTI KALAH ATAU MENGALAH

Oleh : Yanuari Dwi Prianto
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (TQS al-Ankabut [29]: 2-3).
Dunia ini sengaja di cipatakan oleh Allah dengan berbagai macam perhiasan untuk menyeleksi dari sekian hambanya siapa yang paling baik amalnya (QS. Al-Kahfi : 7). Sebagaimana Terjemahan Surat Al ankabut diatas, setiap insane akan diuji oleh Allah dengan kebaikan dan keburukan (QS. Al Anbiya: 35) dari Ujian ini Dia menghendaki akan adanya bukti dan terseleksi hamba-hamba-Nya yang terbaik yang layak untuk mendapat naunganNya di surga hingga bertemu denganNya, juga akan didapati generasi lemah dengan keluh kesah yang menjadi bahan bakar , penghuni neraka jahannam.

8 Pengertia Cinta Menurut Al-Qur’an

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu). Kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh SWT, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain. Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:
Baca pos ini lebih lanjut